Kamis, 14 Maret 2013

WISATA PANTAI ANYER

Pantai Anyer…

Yihaa…sampai juga di Pantai Anyer.Salah satu tujuan wisata pantai yang masuk dalam list perjalanan wisata saya tahun 2013 ini.Tidak asing sih nama Anyer buat sebagian besar masyarakat Indonesia,apalagi warga Jakarta dan Banten.Tapi bagi saya,ini adalah untuk pertama kali saya menginjakkan kaki disana.
5 Januari 2013 @Pantai Anyer
Serasa tidak sabaran selama perjalanan menuju ke pantai,karena belum pernah jadinya ya excited banget.Terpikir juga sih gimana kalau langsung menuju ke Pantai Carita Pasir Putih, kemudian niat itu diurungkan mengingat waktu yang sudah semakin sore.Oh ya ,saya kesana juga karena sekalian ada dinas kerja daerah Serang,begitu selesai urusan kerja,mendadak timbul ide itu dan cap-cus deh ke sana.Kita sampai di Pantai Anyer sudah jam 16.30 sore.Tujuannya ingin menikmati senja,matahari terbenam.
Diatas karang tepi Pantai Anyer
Perasaan langsung down “lowbat” ketika sampai disana,weleh-weleh…cuma kayak gini toh pantainya.Tidak ada yang istimewa,tidak ada view yang menarik.Jika dibandingkan dengan Pantai Cermin yang ada di Medan,beehhh..masih kalah.Padahal,bayanganku sudah keren abiz cuy…viewnya bagus seperti yang sering dinikmati dari layar kaca-tv,atau foto-foto yang ada di internet.Gak taulah…Menurutku sih biasa-biasa saja.Tidak seperti yang sering saya dengar dan bayangkan.#aizzz…
Atau,mungkin saya salah pilih tempat “ngetemnya” kali.Karena tidak pernah kesana,jadinya saya asal masuk aja begitu ada tanda panah ( ==> bertuliskan Pantai Anyer seperti foto saya diatas ).
Supaya tidak kecewa dan sekedar untuk menghibur diri,toh sudah menempuh perjalanan lumayan jauh dan sudah sampai dilokasi,ya sudahlah…Ambil tablet,jalan-jalan menyusuri tepi pantai,main-main diatas karang batu,selanjutnya eksis deh…foto-foto…Hitung-hitung,biar ada dokumentasilah buat blogku .
Sudut lain dari Pantai Anyer
Dan saya pasti akan kembali lagi ke Anyer,kapan itu ? Segera … karena saya tidak puas,belum menemukan seperti yang saya harapkan.Yang pasti adalah tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi.Mungkin Pantai Carita Pasir Putih tujuanku selanjutnya.
Sekilas tentang lokasi yang saya datangi itu,tiket buat masuk mobil Rp 30.000,- kemudian jika kita ingin pakai saung yang tersedia,kita harus merogoh kocek sebesar Rp 30.000,- Saung yang sederhana dan biasa saja.Sebenarnya bukan masalah harga sewa atau bentuk saungnya itu.Oh yaa..kebetulan saung ini adalah saung diluar lokasi itu ( tidak tertulis nama lokasi,selanjutnya saya sebut lokasi itu saja ),saung yang ada dilokasi lebih kecil,bagian sandaran badan itu tertutup semua,jadi jika duduk,bagian kaki,pantat,pinggul kita tidak akan kelihatan.Nah disinilah menurutku anehnya,saung seperti itu juga bisa dimanfaatin orang-orang untuk bermadu kasih,mereka-mereka yang sedang kasmaran.Saya tidak tau pasti ya,tapi saya menemukan beberapa bekas kondom yang dibuang begitu saja disana.Hahaha…bukan juga manusia munafik deh.Tapi ya sewajarnya saja,matahari masih terang gitu,dibeberapa saung,pada bermesraan.#tontonan gratis yooo…xixixixi….Wah..apalagi kalo gelap,matahari sudah berpindah tugas untuk menyinari belahan bumi lainnya.Itulah kenapa ada bekas Kondom itu.
Sewa Saung - Rp 30.000
Balik lagi,tujuanku untuk menikmati matahari terbenam,dan saya harus kecewa lagi,karena menjelang senja malah mendung.Matahari malah bersembunyi dibalik awan-awan yang menghiasi Pantai Anyer.Sejenak istirahat setelah capek berkeliling ,menikmati apa saja yang bisa dinikmati,berfoto-foto ria,me-moto apa saja yang bisa difoto, sambil minum es kelapa muda.Akhirnya memutuskan untuk balik kanan,pulang ke Jakarta,jauh dari riuk ombak pantai yang menghantam karang,terpaan angin segar yang menyejukkan ketika santai dibawah pondok.Asoooiiii…..
Sudut Pantai Anyer
Sebagai tempat wisata pertama diawal tahun ini,Pantai Anyer,saya akan segera kembali mengunjungimu,saya akan menikmatimu lebih dari yang ini,saya akan mengekspose kamu lebih dalam lagi.Segeraa…

Kamis, 07 Maret 2013

Borobudur Story
Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang
yang letaknya sebelah selatan + 15 km sebelah selatan kota Magelang dataran kedu yang berbukit hampir seluruhnya di kelilingi pegunungan, pegunungan yang mengelilingi Candi Borobudur di antaranya di sebelah timur terdapat Gunung Merbabu dan Gunung Merapi Barat, Laut Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro.

Dalam etnis Tionghoa, candi ini disebut juga 婆羅浮屠 (Hanyu Pinyin: pó luó fú tú) dalam bahasa Mandarin.

ASAL USUL SEJARAH SINGKAT CANDI BOROBUDUR
WAKTU DIDIRIKAN
Banyak buku – buku sejarah yang menuliskan tentang Candi Borobudur akan tetapi kapan Candi Borobudur itu di dirikan tidaklah dapat di ketahui secara pasti
namun suatu perkiraan dapat di peroleh dengan tulisan singkat yang di pahatkan di atas pigura relief kaki asli Candi Borobudur ( Karwa Wibhangga )
menunjukan huruf sejenis dengan yang di dapatkan dari prasati di akhir abad ke – 8 sampai awal abad ke – 9
dari bukti – bukti tersebut dapat di tarik kesimpulan bahwa Candi Borobudur di dirikan sekitar tahun 800 M.

Kesimpulan tersebut di atas itu ternyata sesuai benar dengan dengan kerangka sejarah Indonesia pada umumnya dan juga sejarah yang berada di daerah jawa tengah pada khususnya
periode antara abad ke – 8 dan pertengahan abad ke – 9 di terkenal dengan abad Emas Wangsa Syailendra
kejayaan ini di tandai di bangunnya sejumlah besar candi yang di lereng – lereng gunung kebanyakan berdiri khas bangunan hindu sedangkan yang bertebaran di dataran – dataran adalah khas bangunan Budha tapi ada juga sebagian khas Hindu

Dengan demikian dapat di tarik kesimpulan bahwa Candi Borobudur di bangun oleh wangsa Syailendra yang terkenal dalam sejarah karena karena usaha untuk menjunjung tinggi dan mengagungkan agama Budha Mahayana.

Tahap Pembangunan Borobudur
* Tahap pertama
Masa pembangunan Borobudur tidak diketahui pasti (diperkirakan antara 750 dan 850 M). Pada awalnya dibangun tata susun bertingkat. Sepertinya dirancang sebagai piramida berundak. tetapi kemudian diubah. Sebagai bukti ada tata susun yang dibongkar.
* Tahap kedua
Pondasi Borobudur diperlebar, ditambah dengan dua undak persegi dan satu undak lingkaran yang langsung diberikan stupa induk besar.
* Tahap ketiga
Undak atas lingkaran dengan stupa induk besar dibongkar dan dihilangkan dan diganti tiga undak lingkaran. Stupa-stupa dibangun pada puncak undak-undak ini dengan satu stupa besar di tengahnya.
* Tahap keempat
Ada perubahan kecil seperti pembuatan relief perubahan tangga dan lengkung atas pintu.

PENEMUAN KEMBALI
Borobudur yang menjadi keajaiban dunia menjulang tinggi antara dataran rendah di sekelilingnya.

Tidak akan pernah masuk akal mereka melihat karya seni terbesar yang merupakan hasil karya sangat mengagumkan dan tidak lebih masuk akal lagi bila di katakan Candi Borobudur pernah mengalami kerusakan

Memang demikian keadaannya Candi Borobudur terlupakan selama tenggang waktu yang cukup lama bahkan sampai berabad – abad bangunan yang begitu megahnya di hadapkan pada proses kehancuran.
Kira – kira hanya 150 tahun Candi Borobudur di gunakan sebagai pusat Ziarah, waktu yang singkat di bandingkan dengan usianya ketika pekerja menghiasi / membangun bukit alam Candi Borobudur dengan batu – batu di bawah pemerintahan yang sangat terkenal yaitu SAMARATUNGGA,
sekitar tahun 800 – an dengan berakhirnya kerajaan Mataram tahu 930 M pusat kehidupan dan kebudayaan jawa bergeser ke timur

Demikian karena terbengkalai tak terurus maka lama – lama di sana – sini tumbuh macam – macam tumbuhan liar yang lama kelamaan menjadi rimbun dan menutupi bangunannya.
Pada kira – kira abad ke – 10 Candi Borobudur terbengkalai dan terlupakan.

Baru pada tahun 1814 M berkat usaha Sir Thomas Stamford Rafles Candi Borobudur muncul dari kegelapan masa silam.
Rafles adalah Letnan Gubernur Jendral Inggris, ketika Indonesia di kuasai / di jajah Inggris pada tahun 1811 M –1816 M.

Pada tahun 1835 M seluruh candi di bebaskan dari apa yang menjadi penghalang pemandangan oleh Presiden kedua yang bernama Hartman,
karena begitu tertariknya terhadap Candi Borobudur sehingga ia mengusahakan pembersihan lebih lanjut,
puing –puing yang masih menutupi candi di singkirkan dan tanah yang menutupi lorong – lorong dari bangunan candi di singkirkan semua sehingga candi lebih baik di bandingkan sebelumnya.

Rabu, 06 Maret 2013

PANTAI PANGANDARAN



PANTAI PANGANDARAN NAN ELOK

Objek wisata yang merupakan primadona pantai di Jawa Barat ini terletak di Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran dengan jarak ± 92 km arah selatan kota Ciamis, memiliki berbagai keistimewaan seperti:
• Dapat melihat terbit dan tenggelamnya matahari dari satu tempat yang sama
• Pantainya landai dengan air yang jernih serta jarak antara pasang dan surut relatif lama sehingga memungkinkan kita untuk berenang dengan aman
• Terdapat pantai dengan hamparan pasir putih
• Tersedia tim penyelamat wisata pantai
• Jalan lingkungan yang beraspal mulus dengan penerangan jalan yang memadai
• Terdapat taman laut dengan ikan-ikan dan kehidupan laut yang mempesona.

Dengan adanya faktok-faktor penunjang tadi, maka wisatawan yang datang di Pangandaran dapat melakukan kegiatan yang beraneka ragam: berenang, berperahu pesiar, memancing, keliling dengan sepeda, para sailing, jet ski dan lain-lain.
Adapun acara tradisional yang terdapat di sini adalah Hajat Laut, yakni upacara yang dilakukan nelayan di Pangandaran sebagai perwujudan rasa terima kasih mereka terhadap kemurahan Tuhan YME dengan cara melarung sesajen ke laut lepas. Acara ini biasa dilaksanakan pada tiap-tiap bulan Muharam, dengan mengambil tempat di Pantai Timur Pangandaran.

Event pariwisata bertaraf internasional yang selalu dilaksanakan di sini adalah Festival Layang-layang Internasional (Pangandaran International Kite Festival) dengan berbagai kegiatan pendukungnya yang bisa kita saksikan pada tiap bulan Juni atau Juli.

Fasilitas yang tersedia:
1. Lapang parkir yang cukup luas,
2. Hotel, restoran, penginapan, pondok wisata dengan tarif bervariasi,
3. Pelayanan pos, telekomunikasi dan money changer,
4. Gedung bioskop, diskotik
5. Pramuwisata dan Pusat Informasi Pariwisata,
6. Bumi perkemahan,
7. Sepeda dan ban renang sewaan,
8. Parasailing dan jetski.

TIKET MASUK OBJEK WISATA PANGANDARAN
a. Pejalan Kaki 1(satu) Orang Rp. 3.000,-
b. Sepeda Motor Rp. 7.000,-
c. Kendaraan Jenis Jeep/Sedan Rp. 28.000,-
d. Kendaraan Jenis Carry Rp. 35.000,-
e. Kendaraan Penumpang Besar Rp. 40.700,-
f.  BUS Kecil Rp. 80.000,-
g. BUS Sedang Rp. 104.000,-
h. BUS Besar Rp.169.000,-

Selasa, 05 Maret 2013

PANTAI PARANGTRITIS

Parangtritis nan elok
Sejarah   
Sejarah nama Parangtritis bisa dibilang cukup menarik. Konon, ada seorang pelarian dari Kerajaan Majapahit bernama Dipokusumo yang melakukan semedi di kawasan ini. Ketika sedang bersemedi, ia melihat air yang menetes (tumaritis) dari celah-celah batu karang (parang). Kemudian ia memberi nama daerah tersebut Parangtritis yang berarti air yang menetes dari batu.
Pantai Parangtritis diyakini merupakan perwujudan dari kesatuan trimurti yang terdiri dari Gunung Merapi, Keraton Jogja, dan Pantai Parangtritis itu sendiri. Masyarakat setempat meyakini Pantai Parangtritis merupakan bagian dari daerah kekuasaan Ratu Selatan atau yang dikenal dengan nama Nyai Roro Kidul. Menurut mereka, Nyai Roro Kidul menyukai warna hijau, oleh karena itu wisatawan yang berkunjung ke Parangtritis disarankan tidak memakai baju berwarna hijau. Selain sarat dengan kisah misteri Nyai Roro Kidul, Pantai Parangtritis juga dikisahkan sebagai tempat bertemunya Panembahan Senopati dengan Sunan Kalijaga sesaat setelah Panembahan Senopati selesai menjalani pertapaan. Selain terkenal sebagai tempat rekreasi, Parangtritis juga merupakan tempat keramat. Banyak pengunjung yang datang untuk bermeditasi. Pantai ini merupakan salah satu tempat untuk melakukan upacara Labuhan dari Keraton Jogjakarta.
Keistimewaan   
Parangtritis adalah sebuah pantai yang landai dan mempesona dikombinasikan dengan bukit berbatu, bukit pasir, dengan pasir berwarna hitam. Pantai Parangtritis yang cantik memiliki banyak fenomena yang menarik, baik pemandangan alamnya maupun kisah supranaturalnya. Ombak Parangtritis selalu membawa kayu dan bambu menuju darat yang mungkin berasal dari pantai lain di dekatnya. Beberapa kayu diambil dan dibawa oleh penduduk setempat untuk kemudian digunakan di rumah mereka sendiri. Pantai Parangtritis juga merupakan sebuah kawasan wisata yang sempurna untuk menikmati matahari tenggelam (sunset) yang sangat romantis.
Komplek yang termasuk kawasan wisata Pantai Parangtritis meliputi: Pantai Parangtritis, Pantai Parangkusumo, Pantai Depok, Dataran Tinggi Gembirowati, Petilasan Parangkusumo, Pemandian Parangwedang, Makam Syeh Maulana Magribi, Makam Syeh Bela Belu, Makam Ki Ageng Selohening, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Depok, dan Gumuk Pasir (barchan). Di Parangkusumo terdapat kolam permandian air panas (belerang) yang diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit dalam. Kolam ini diketemukan dan dipelihara oleh Sultan Hamengku Buwono VII. Adanya komplek kerajinan kerang, hotel bertaraf Internasional (Queen of South), serta penyewaan paralayang, dokar wisata, kuda, dan motor ATV (All-terrain Vechile), juga para penjual jagung bakar dan jajanan-jajanan tradisional lainnya di Parangtritis ikut menyemarakkan pariwisata di wilayah ini.
Anda juga dapat sedikit naik ke bukit kecil yang berada di sisi utara Pantai Parangtritis. Di sana banyak tersedia warung-warung kecil yang menawarkan pemandangan pantai yang menakjubkan dari atas bukit. Sambil menikmati sebutir kelapa muda dan jajanan ringan khas, Anda dapat merasakan angin pantai yang kencang berhembus sambil menyaksikan pemandangan sepanjang garis Pantai Parangtritis yang terlihat semua dari atas bukit tersebut. Jika Anda menginginkan medan yang lebih menantang, Anda bisa juga mengungjungi Bukit Parangndog, yang terletak di sebelah timur Pantai Parangtritis, pada perbatasan antara Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul. Di Bukit Parangndog ini, terdapat sebuah tempat yang dikhususkan untuk olahraga paralayang dan gantole. Untuk mencapai kawasan tersebut medannya cukup berat dan menantang, namun sesampainya di atas, semua akan terbayar lunas dengan pemandangan samudera luas tanpa batas dan tak terhalang apapun, cocok sebagai tempat untuk menanti matahari tenggelam. Selain itu, Anda juga akan disambut oleh warung sederhana dengan sapaan Ibu penunggunya yang ramah. Di situ juga merupakan tempat parkir motor dan mobil. Dengan berjalan kaki naik ke atas diantara bebatuan kapur, Anda akan mencapai tempat yang digunakan untuk take off gantole.
Lokasi dan Fasilitas
Kawasan wisata Pantai Parangtritis terletak di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Jogjakarta, sekitar 27 km sebelah selatan Kota Jogjakarta dengan jalan yang relatif datar sehingga sangat mudah dicapai. Dari arah Kota Yogyakarta terdapat dua jalur yang dapat dilalui untuk mencapai kawasan ini. Jalur yang pertama adalah jalur lurus Jogjakarta – Jalan Parangtritis – Kretek – Parangtritis. Jalur ini merupakan jalur utama yang biasa digunakan wisatawan maupun masyarakat luas pada umumnya. Jalur yang kedua adalah jalur Jogjakarta – Imogiri – Siluk – Parangtritis. Jalur ini memang lebih jauh namun menjanjikan panorama alam yang juga jauh lebih indah dan menakjubkan. Sepanjang perjalanan naik turun bukit tersebut (jangan khawatir karena jalannya sudah lebar dan beraspal halus) mata Anda akan dimanjakan dengan areal persawahan yang luas menghijau, sungai yang mengalir indah, serta deretan bukit karst. Dari atas bukit, Anda akan bisa menyaksikan pemandangan pohon-pohon yang menghijau dari bukit-bukit di bawahnya. Udara dijamin sangat sejuk dan segar, terlebih jika Anda pergi pada waktu pagi hari atau sore hari. Selain itu Anda juga akan melewati lokasi Makam Raja-Raja Imogiri.
Fasilitas di kawasan wisata ini sudah cukup lengkap. Di sekitar pantai, terdapat banyak sekali hotel dan penginapan dengan berbagai range harga, termasuk hotel dan penginapan yang terletak di atas bukit yang menawarkan pemandangan pantai yang sangat indah. Di sekitar kawasan pantai, Anda juga bisa menemukan berbagai macam toko souvenir dan oleh-oleh khas Jogjakarta (Bantul), toko-toko kelontong, dan warung-warung makan. Khusus mengenai makanan, sebaiknya Anda tidak melewatkan wisata kuliner di Pantai Depok yang menyediakan ikan dan makanan laut segar lainnya, langsung dibeli dan dimasak di tempat, dengan pilihan bumbu masakan yang sangat lezat. Anda bisa membeli berbagai jenis ikan, udang, cumi-cumi, atau kepiting di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Depok dan menyewa jasa masak (yang sekaligus menyediakan tempat makan lesehan, nasi, sambal, lalapan, dan berbagai jenis minuman termasuk kelapa muda segar) di warung-warung yang berjejer di sepanjang Pantai Depok. Menyantap seafood segar dan fresh from the kitchen ditemani sebutir kelapa muda sambil menyaksikan pemandangan laut sungguh merupakan pengalaman tak terlupakan. Dan jangan khawatir soal harga, karena harga seafood segar dan mantap di Pantai Depok ini relatif murah dan terjangkau. Di Pantai Depok juga terdapat pasar tradisional yang menjual berbagai macam jajanan khas pantai, seperti ikan goreng, undur-undur goreng, peyek ikan , dan sebagainya. Tersedia juga di sini rujak (buah-buahan segar dengan bumbu manis pedas) dengan harga yang sangat terjangkau.
Kawasan wisata Pantai Parangtritis juga menyediakan lahan parkir yang luas dan penyewaan kamar mandi. Sedangkan di bibir pantai Anda bisa menyewa dokar (kereta kuda), motor ATV, kuda, maupun paralayang yang sangat menantang adrenalin. Berfoto-foto di kawasan gumuk pasir membuat Anda seolah-olah sedang berfoto-foto di gurun pasir di Afrika, tak heran tempat ini sering digunakan untuk foto-foto prewedding. Disarankan Anda tidak berenang terlalu ke dalam, karena ombak Pantai Parangtritis cukup berbahaya.    
Tiket masuk kawasan wisata Pantai Parangtritis (meliputi seluruh kompleks) adalah Rp. 3000, - per orang ditambah biaya asuransi sebesar Rp. 250, - per orang. Sedangkan retribusi untuk sepeda motor adalah Rp. 500, -, mobil Rp. 1000, -, dan bus pariwisata Rp. 2000, -. Untuk menyewa kuda atau dokar, Anda bisa membayar Rp. 20.000, - untuk satu kali putaran bolak balik, dan untuk menyewa mobil ATV tarifnya adalah sekitar Rp. 50.000, - hingga Rp. 100.000, - per setengah jam.

Jumat, 01 Maret 2013

PANTAI POPOH

Pesona Pantai Popoh, Tulungagung




Objek Wisata Pantai Popoh. Tulungagung merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur. Kabupaten ini memiliki beberapa objek wisata yang cukup menarik seperti Bendungan Wonorejo dan wisata Pantai Popoh. Pantai Popoh merupakan objek wisata andalan kabupaten ini. 

pantai popoh
Pantai Popoh
Pantai Indah Popoh terletak di Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Tulungagung dan bisa ditempuh selama 1 jam perjalanan. Pantai Popoh ini berbentuk teluk yaitu laut yang menjorok ke darat dan berada di timur Pegunungan Kidul.
pantai popoh tulungagung
Para Nelayan
Pantai ini berhadapan langsung dengan Samudera Hindia yang terkenal ganas ombaknya. Namun di Pantai Popoh ini ombaknya relatif tenang. Sebenarnya Pantai Popoh terbagi menjadi 2 bagian. Pertama di sebelah timur dengan kondisi pantai penuh batu karang dan ombak yang ganas. Sedangkan di Pantai Popoh sebelah barat ini kondisi pantainya landai dengan ombak yang tidak terlalu besar.
wisata pantai popoh
Perahu Nelayan
Pantai yang berada tidak jauh dari Pantai Sidem dan Pantai Prigi ini berpasir putih kecoklatan dengan dihiasi pohon kelapa yang tumbuh di sepanjang tepi pantai. Memandang ke tengah laut, terlihat puluhan perahu nelayan yang sedang melakukan aktivitasnya sehari-hari.
Untuk menuju ke pantai ini cukup mudah, karena akses jalan yang baik dan beraspal. Bila dari Surabaya, sobat bisa mengikuti rute sebagai berikut : Surabaya - Mojokerto - Jombang - Kertosono - Kediri - lalu ke arah pusat Kota Tulungagung.
Sedangkan dari Kota Malang melalui Kepanjen - Wlingi - Blitar - pusat Kota Tulungagung. Dari Tulungagung menuju ke lokasi Pantai Popoh, pengunjung akan melewati daerah perbukitan dengan kondisi jalan menanjak dan berkelok-kelok. Namun jangan kuatir, pemandangan di sepanjang jalan perbukitan ini akan memanjakan mata sobat. Hutan jati yang hijau dan asri membuat perjalanan sobat akan menyenangkan.
pantai popoh
Pendopo
Sampai di pintu masuk kawasan wisata, pengunjung harus membayar tiket sebesar Rp 3 ribu per orang ditambah biaya parkir kendaraan. Memasuki kawasan pantai terlihat sebuah joglo atau pendopo yang biasanya digunakan sebagai panggung hiburan seperti electone dan kegiatan lainnya.
Bila ingin bermalam di pantai ini, pengunjung bisa menyewa penginapan berupa hotel atau vila dengan tarif antara Rp 80 ribu sampai Rp 100 ribu per malam. Jangan lupa untuk membeli oleh-oleh khas Tulungagung berupa kerajinan marmer dan kerajinan kerang dengan harga bervariasi mulai Rp 3 ribu - Rp 100 ribu. Bagaimana tertarik untuk liburan di Pantai Popoh ini?.

PANTAI PRIGI

Pantai Prigi, Wisata Dan Pelelangan Ikan




Pantai Prigi merupakan objek wisata andalan di Kabupaten Trenggalek. Pantai ini terletak di kawasan Desa Tasimadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Lokasi tersebut berjarak sekitar 48 kilometer di selatan dari jantung kota Trenggalek. Sekitar 4 kilometer di sepanjang pantai ini terlihat nyiur melambai. Di seberang teluk, terdapat sebuah bukit yang menghalang laju ombak.
Pantai berpasir putih kecoklatan ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan terutama pada hari libur atau akhir pekan. Terdapat beberapa fasilitas di pantai ini seperti penginapan, rumah makan, warung, cafe, bumi perkemahan, sarana olahraga, playground, dan lain-lain.
Rata-rata pantai yang terletak di selatan pulau Jawa memiliki ombak yang cukup tinggi, namun tidak demikian dengan pantai Prigi ini, ombak yang datang dari laut dihadang oleh beberapa pegunungan yang berada di kanan kiri pantai sehingga ombaknya relatif kecil. 

Selain berenang dan bermain air dan pasir di pantai, pengunjung bisa mengarungi ombak pantai dengan menggunakan perahu yang bisa disewa dengan harga sekitar 100 ribu ruiah per perahu, atau kalau dihitung per kepala 10 ribu/orang. Untuk tiket masuk ke kawasan pantai Prigi ini sendiri sebesar Rp 6.000/orang.
Selain menawarkan wisata alam pantainya yang indah, di pantai Prigi ini pengunjung bisa berburu ikan laut segar di tempat pelelangan ikan yang berada tak jauh dari pantai. Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) yang ada di Pantai Prigi, merupakan sentra perekonomian warga setempat. Selain bertumpu dari hasil pengelolaan tempat wisata pantai, mereka juga mencari penghasilan sebagai nelayan.
Setiap pagi, setelah para nelayan pulang melaut, dan melabuhkan kapalnya saat fajar menjelang, mereka langsung menggelar ikan-ikan segar tangkapannya di tempat pelelangan ikan tersebut.
Hampir separuh kawasan pantai berpasir cokelat ini dijadikan sebagai lahan PPN. Separuh lagi dibiarkan natural atau alami. Setiap waktu, kita dapat menjumpai puluhan perahu cadik dan perahu nelayan tradisional bersandar di pelabuhan. Sebagian kapal lain tiba dari tengah samudera atau menuju lautan luas. Saat malam tiba, dan tidak sedang bulan purnama, hampir semua nelayan turun melaut.
Pelancong dapat menjumpai kesibukan nelayan yang memperbaiki jala. Wisatawan juga bisa menikmati perajin kapal tradisional yang gesit dan terampil merangkai batang - batang kayu menjadi kapal. Sebuah pemandangan yang sayang bila dilewatkan.
Untuk mencapai Pantai Prigi tidaklah sulit. Sobat yang menempuh perjalanan dari Trenggalek, langsung ambil jalan arah ke selatan setelah di pertigaan Durenan. Sekitar 10 km dari pertigaan Durenan, ada pertigaan Bandung, sebuah kecamatan yang masih masuk wilayah Kabupaten Tulungagung. Sesampai di pertigaan ini, perjalanan dilanjutkan mengambil arah barat. Setelah itu, perjalanan ke arah Prigi tidak lagi menjumpai percabangan jalan utama. Pelancong berkendaraan pribadi tinggal mengikuti jalan utama yang ada.
Bagi pengguna jasa angkutan umum, perjalanan dari Surabaya bisa dilakukan dengan menumpang bus umum tujuan Trenggalek. Turun di Terminal Durenan. Setelah itu, sobat tinggal memilih berbagai angkutan pedesaan menuju Prigi.

INDAHNYA TELAGA SARANGAN

TELAGA SARANGAN


Telaga Sarangan / Danau Sarangan yang juga dikenal sebagai telaga pasir ini adalah sebuah danau alami yang terletak di kaki Gunung Lawu, di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Berjarak sekitar 16 kilometer arah barat kota Magetan. Telaga ini luasnya sekitar 30 hektar dengan   kedalaman 28 meter. Dengan suhu udara antara 18 hingga 25 derajat Celcius.

Keunikan Telaga Sarangan adalah di tengah telaga tersebut ada pulau kecil alam yang bentuknya mirip pulau Samosir di danau Toba Sumatera Utara.Namun jaraknya tidak jauh sekitar 300 - 500 meter dari tepi telaga. Jadi para wisatawan bisa menuju ke tengag pulau tersebut dengan memyewa sepeda air atau perahu.
Telaga Sarangan mampu menarik ratusan ribu pengunjung setiap tahunnya.Telaga Sarangan merupakan obyek wisata andalan Magetan. Di sekeliling telaga terdapat dua hotel berbintang, 43 hotel kelas melati, dan 18 pondok wisata.

Di samping puluhan kios cindera mata pengunjung dapat pula menikmati indahnya Sarangan dengan berkuda mengitari telaga, atau mengendarai speed boot.

Fasilitas obyek wisata lainnya pun tersedia, misalnya rumah makan, tempat bermain, pasar wisata, tempat parkir, sarana telepon umum, tempat ibadah, dan taman.Keberadaan 19 rumah makan di sekitar telaga menjadikan para pengunjung memiliki banyak alternatif pilihan menu.
Demikian pula keberadaan pedagang kaki lima yang menawarkan berbagai suvenir telah memberikan kemudahan kepada pengunjung untuk membeli oleh-oleh. Hidangan khas yang dijajakan di sekitar telaga adalah sate Kelinci.

Potensi pendapatan daerah Kabupaten Magetan juga tertolong dengan adanya potensi industri kecil setempat yang mampu memproduksi kerajinan untuk suvenir, misalnya anyaman bambu, kerajinan kulit, dan produk makanan khas seperti emping melinjo dan lempeng (kerupuk dari nasi).Telaga Sarangan juga memiliki layanan jasa sewa perahu dan becak air. Ada 51 perahu motor dan 13 sepeda air yang dapat digunakan untuk menjelajahi telaga.

Telaga Sarangan juga memiliki beberapa kalender event penting tahunan,  yaitu labuh sesaji  yang dikenal dengan istilah Larung Sajen pada Jumat Pon bulan Ruwah, liburan sekolah di pertengahan tahun, yang dikenal dengan acara Ledug Suro 1 Muharram  untuk perhitungana tanggal Jawa  atau perhitungan kalender Islam, dan pesta kembang api di malam pergantian Tahun Baru

Karena letaknya  tepat perbatasan antara Propinsi Jawa Timur dan Propinsi Jawa Tengah, maka Pemda Kabupaten Magetan dan Kabupaten Karang Anyar membuat proyek jalan tembus yang menghubungkan Telaga Sarangan dengan obyek wisata Tawangmangu di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. Proyek pelebaran dan pelandaian Jalan curam yang menghubungkan dua daerah tersebut.

Obyek wisata ini dapat ditempuh dari Kota Magetan  dan lokasinya tak jauh dengan Air Terjun Grojogan Sewu. Tawangmangu. Kab. Karang Anyar - Jawa Tengah.
Umumnya Pada liburan panjang anak sekolah, lokasi  Telaga Sarangan menjadi pilihan farvorit bagi yang ingin berlibur bersama keluarga.